Read in your native language
english german italian french spanish mandarin arabic portuguese russian japanese hindi bengali punjabi urdu korean vietnamese thai malay indonesian persian turkish polish ukrainian greek romanian hungarian dutch swedish norwegian finnish danish hebrew czech slovak bulgarian serbian croatian slovenian
Memahami Kebiasaan Belanja Miliarder: Pelajaran yang Didapat
Cerita
Miliarder, seperti orang kebanyakan, memiliki kebiasaan belanja yang kadang-kadang tidak bijaksana. Baru-baru ini, penasihat keuangan Mark Scribner dari Carson Wealth menjelaskan beberapa area di mana miliarder sering mengalokasikan keuangan mereka secara tidak efisien. Wawasan ini menyoroti perilaku umum yang berkaitan dengan pembelian yang dimaksudkan untuk mengesankan orang lain dan mencerminkan perspektif menarik tentang pengelolaan kekayaan.
Perspektif yang Terlibat
- Miliarder: Mereka sering merasa tekanan sosial untuk menunjukkan kekayaan mereka melalui pembelian mewah—perahu, kendaraan mewah, dan staf rumah tangga.
- Penasihat Keuangan: Profesional seperti Mark Scribner memberikan wawasan tentang pengeluaran yang tidak bijaksana, mendorong kebiasaan keuangan yang lebih berkelanjutan.
- Teman & Keluarga: Mereka dapat secara tidak sengaja mendorong miliarder untuk mengeluarkan uang terlalu banyak saat bersosialisasi, memburamkan batas tanggung jawab keuangan.
- Publik Umum: Individu biasa dapat belajar dari kesalahan ini untuk menghindari jebakan keuangan serupa.
Manfaat, Risiko & Kerugian
Manfaat
Memahami pola belanja ini dapat membantu miliarder:
- membuat keputusan yang terinformasi tentang barang-barang mewah.
- Memfokuskan kembali prioritas keuangan mereka untuk menabung lebih banyak.
- Mendorong dinamika sosial yang lebih sehat yang tidak berfokus pada tampilan moneter.
Risiko
Risiko utama meliputi:
- Potensi keterasingan sosial jika mereka menolak untuk "pamer."
- Ketidakstabilan keuangan jangka panjang akibat investasi yang buruk pada aset yang menyusut.
- Kehilangan identitas jika tidak dapat menampilkan kekayaan dengan percaya diri di antara teman sebaya.
Kerugian
Yang paling mencolok, kerugian termasuk:
- Biaya pemeliharaan tinggi untuk kepemilikan mewah yang menawarkan sedikit kenikmatan.
- Sumber daya yang terbuang untuk makan malam mewah untuk mempertahankan status sosial.
- Ketergantungan berlebihan pada staf yang menyebabkan inflasi pengeluaran rutin.
Meter Relevansi
Relevansi kebiasaan belanja miliarder dinilai sebagai: Tinggi (8/10)
Ini sangat relevan karena mencerminkan pola belanja historis dan saat ini di berbagai generasi; ini adalah siklus yang boros yang bertahan sepanjang waktu.
Representasi Infografis
Rincian Pemborosan Keuangan:
- Kendaraan Mewah: Depresiasi 30% setelah meninggalkan dealer.
- Perahu/Yacht: Rata-rata biaya pemeliharaan tahunan = $50,000.
- Staf Rumah Tangga: Biaya koki penuh waktu rata-rata lebih dari $120,000/tahun.
- Makan di Luar: Kebiasaan berhemat bisa menghabiskan lebih dari $1,000/bulan.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, meskipun miliarder mungkin memiliki kemampuan finansial untuk melakukan pembelian yang mewah, sangat penting untuk mengadopsi pola pikir yang menghargai belanja yang berkelanjutan. Dengan mengenali wawasan penting ini dari Mark Scribner, kita dapat belajar untuk menetapkan batasan dan membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas.
Kata kunci: Miliarder, Kebiasaan Belanja, Penasihat Keuangan.
Author: Andrej Dimov
Published on: 2024-07-29 02:11:17