Read in your native language
english german italian french spanish mandarin arabic portuguese russian japanese hindi bengali punjabi urdu korean vietnamese thai malay indonesian persian turkish polish ukrainian greek romanian hungarian dutch swedish norwegian finnish danish hebrew czech slovak bulgarian serbian croatian slovenian
Persepsi Ritel Mewah: Hermès vs. Pesaing di Tengah Perilaku Konsumen yang Berubah
Pada tahun 2023, terjadi perubahan signifikan dalam perilaku pembelian di kalangan pembeli Cina, yang mulai lebih memilih toko Jepang untuk pembelian barang mewah, mencari diskon. Menariknya, merek mewah Hermès tetap menjadi pemain kuat di pasar, menunjukkan peningkatan pendapatan penjualan sebesar 7% di Asia, kecuali Jepang, yang mencapai 4,2 miliar euro (sekitar $4,5 miliar) pada paruh pertama tahun ini. Meskipun mengalami penurunan jumlah pengunjung di Cina, penjualan Hermès tetap stabil. Ini sangat kontras dengan banyak pesaingnya, seperti LVMH, Richemont, dan Burberry, yang telah mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat permintaan konsumen yang melambat.
Perspektif yang Terlibat
- Manajemen Hermès:
- Keuntungan: Mempertahankan penjualan di Cina meskipun terjadi penurunan pasar, pertumbuhan yang solid di Eropa.
- Risiko: Ketergantungan yang tinggi pada basis pelanggan lokal dapat membatasi peluang pertumbuhan dengan wisatawan.
- Kerugian: Potensi pendapatan yang hilang karena tidak memanfaatkan wisatawan Cina di Jepang.
- Konsumen Cina:
- Keuntungan: Akses ke harga yang kompetitif untuk barang-barang mewah di luar negeri.
- Risiko: Risiko pengurangan identitas merek saat membeli barang yang lebih murah dari luar negeri.
- Kerugian: Loyalitas yang berkurang terhadap merek tertentu jika terus mencari diskon di tempat lain.
- Pesaing (LVMH, Richemont, Burberry):
- Keuntungan: Peningkatan penjualan yang dikaitkan dengan lonjakan wisatawan dan fluktuasi mata uang.
- Risiko: Pendapatan yang menurun berisiko bagi keberlanjutan jangka panjang.
- Kerugian: Hilangnya pangsa pasar yang signifikan dibandingkan dengan stabilitas penjualan Hermès.
- Peritel Jepang:
- Keuntungan: Peningkatan penjualan berkat pengeluaran wisatawan Cina.
- Risiko: Ketergantungan potensial pada pelanggan asing dapat menyebabkan volatilitas.
- Kerugian: Risiko oversaturasi dan hilangnya pangsa pasar ke lokasi lain seperti Cina.
Meter Relevansi
Meter relevansi ini menunjukkan bahwa meskipun dinamika ritel mewah sangat signifikan saat ini, dampaknya mungkin tidak beragam dengan generasi mendatang, terutama mengingat perbedaan mencolok dalam perilaku konsumen selama beberapa dekade.
Infografis: Perbandingan Kinerja Merek Mewah
Kinerja berbagai merek di sektor mewah selama paruh pertama tahun 2023:
- Hermès: +12% Pendapatan Keseluruhan, +7% Asia
- LVMH: -13% Pendapatan Asia
- Richemont: Penurunan Dua Digit
- Burberry: Penurunan Dua Digit
- Gucci (Kering): Perlambatan Penjualan
Kesimpulannya, pasar barang mewah sedang berkembang saat pembeli Cina mencari peluang pembelian yang optimal. Hermès tampaknya mampu menavigasi transisi ini lebih baik daripada pesaingnya, tetapi risiko dan kerugian masih mengintai.
Kata kunci: pembeli Cina, diskon, Hermès, LVMH, Richemont, Burberry
Author: Andrej Dimov
Published on: 2024-07-29 01:44:57